Selamat Datang Di Perpustakaan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur

Prof. Dr. Ir. H. M. Aswin, MM  Kepala Bappeda Kaltim

Bappeda Provinsi Kalimantan Timur memiliki gedung khusus untuk perpustakaan yang terletak di Lantai 2 area gedung PUSIDO Bappeda Prov. Kaltim di jalan Kusuma Bangsa No. 2 Samarinda. Saat ini, koleksi buku yang dimiliki kurang lebih berjumlah 10.000 buku yang terdiri dari buku tentang perencanaan, pengetahuan, data pembangunan dan hasil pelaksanaan pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur.
Dengan semakin berkembangnya era teknologi dewasa ini, Perpustakaan Bappeda Kalimantan Timur terus berbenah dengan memberikan pelayanan prima kepada pengunjungnya melalui cara pengembangan sistem perpustakaan berbasis web dan digital.
Perpustakaan digital (digital library atau electronic library atau virtual library) adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam bentuk format digital dan dapat diakses secara komputerisasi. Jenis perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang berupa kumpulan buku tercetak, film mikro (microform dan microfiche), ataupun kumpulan kaset audio, video, dan lain-lain.
Data dari perpustakaan digital berada dalam suatu komputer server yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat diakses dengan cepat dan mudah lewat jaringan komputer. Dengan sistem ini setidaknya memudahkan akses dan menumbuh kembangkan minat baca masyarakat terutama bagi aparatur sipil negara, dan memudahkan dosen, peneliti, pihak swasta, mahasiswa, siswa sekolah dan pengguna lainnya melalui teknologi yang dimilikinya.
Perpustakaan Bappeda Online akan terkoneksi dengan iKaltim yaitu aplikasi Perpustakaan Digital yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur yang telah terbangun terlebih dahulu. Perpustakaan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur senantiasa akan terus berupaya menambah koleksi referensinya dan menjalin kerjasama dengan perpustakaan yang ada di Kalimantan Timur maupun diluar Kalimantan Timur. Hal tersebut dimaksudkan untuk menambah wawasan pengelola Perpustakaan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur.

     Pemerintah Provinsi Kaltim dalam draf Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan bahwa sebuah perpustakaan mempunyai beberapa fungsi strategis dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.     

Media

  • Semua
  • Foto
  • Video
Lihat Semua Media

Berita terkini

Lihat Semua Berita
Kepala Bappeda Menjadi Narasumber Forum Perangkat Derah Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Samarinda, (28/12/2020). Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur Prof. Dr. Ir. H. M. Aswin, MM menjadi narasumber dalam Kegiatan Forum Perangkat Daerah Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diselenggarakan secara online melalui aplikasi zoom meeting. Dalam paparannya Aswin mengatakan Forum Perangkat Daerah memiliki peran yang sangat penting dalam rangkaian proses perencanaan, yakni sebagai ruang sinkronisasi untuk merumuskan dan mensinergikan program dan kegiatan antar perangkat daerah di provinsi dan kabupaten/kota, sehingga komitmen pelaksanaannya perlu kita kawal bersama. Penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur (khususnya infrastruktur dasar) masih menjadi isu utama pembangunan di Kalimantan Timur, dimana pencapaian pembangunan infrastruktur akan memiliki pengaruh besar terhadap upaya pencapaian tujuan pembangunan daerah secara keseluruhan. Terkait infrastruktur Aswin menyampaikan tantangan Kalimantan Timur sebagai Ibu kota Negara (IKN) adalah percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar dan konektifitas dari – menuju IKN. Aswin menegskan pentingnya keselarasan dalam pelaksanaan program/kegiatan di sektor infrastruktur, baik antara pemerintah provinsi dengan kab/kota maupun lintas/antar perangkat daerah, agar pencapaian pembangunannya tidak hanya berorientasi pada keluaran (output), namun juga pada level hasil (outcome) dan dampak (impact). Baca Selanjutnya
Rapat Staf dilingkungan Bappeda Provinsi Kaltim Tahun 2021
Samarinda, (05/01/2021). Kepala Bappeda Provinsi Kaltim Prof. Dr. Ir. H. M. Aswin Mempimpin Rapat staff untuk evaluasi program kegiatan Bappeda Provinsi Kaltim di ruang rapat Propeda. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Kepala Bidang dan Kepala Sub Bidang di lingkungan Bappeda Provinsi Kaltim. Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi program kegiatan Bappeda Provinsi dan membahas hal-hal yang dianggap perlu seperti SOP surat-menyurat atau penyegaran suasana kerja. Baca Selanjutnya
Diskusi Teknis Wilayah Ekologis dan Daerah Riparian pada Kawasan Ibu Kota Negara (IKN)
Samarinda, (11/01/2021). Kepala subbidang Prasarana Perhubungan Dedy Pudja Wardana, ST dab staff mengikuti kegiatan Evaluasi DAK Bidang Jalan dan Persiapan DAK Bidang Jalan Tahun Anggaran 2022 secara online melalui aplikasi zoom meeting. Kegiatan ini dihadiri Kementerian PUPR, Bappeda Provinsi, Bappeda Kab/Kota, Dinas PUPR Provinsi, Dinas PUPR Kab/Kota Wilayah Jawa Kalimantan. Dalam rangka mendukung kesiapan SKPD dalam proses perencanaan DAK, maka kegiatan verifikasi data teknis sudah dibuka secara online melalui aplikasi SiPDJD per tanggal 15 Januari sampai minggu ke tiga Bulan Agustus yaitu verifikasi pendanaan APBD modal, APBD rutin, konektivitas dan inputing peta SHP. Daerah diminta untuk mempersiapkan alokasi pemeliharaan jalan untuk ruas jalan yang mendapatkan alokasi DAK Disampaikan oleh Dedy pada 2022 mendatang akan dilakukan integrasi data kondisi jalan dan lebar badan jalan dari aplikasi SIPDJD ke aplikasi KRISNA untuk memudahkan Kementerian PUPR memfilter usulan daerah. Lebih lanjut Dedy menyampaikan untuk persiapan Alokasi DAK Tahun Anggaran 2022, Perangkat Daerah diharapkan untuk dapat mempersiapkan readiness criteria yang lengkap agar pada saat proses perencanaan sampai dengan tahap verifikasi di Pemerintah Pusat tidak terkendala. Baca Selanjutnya
Webinar Inovasi Kebijakan & Program Penanganan Anak Tidak Sekolah: Praktik Baik dari Daerah
Samarinda, (18/12/2020). Kasubbid Pengembangan Sumber Daya Manusia Bappeda Provinsi Kaltim Hj. Nani Nuraini, ST, MT mengikuti Webinar Inovasi Kebijakan & Program Penanganan Anak Tidak Sekolah: Praktik Baik dari Daerah secara virtual.  Wajib Belajar 12 tahun ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan Pendidikan, hal ini tmerupakan Nawacita yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan anak Indonesia kesempatan memperoleh pendidikan dan mendapatkan pelatihan yang bermanfaat. Melalui pelaksanaan berbagai program, Pemerintah telah meningkatkan angka partisipasi murni (APM) pada tingkat pendidikan sekolah dasar (SD/MI sederajat) yang mencapai 93% di 2017/2018, dan untuk tingkat menengah pertama (SMP/MTS sederajat) mencapai 77% di tahun ajaran yang sama. Namun demikian, mengingat besarnya populasi anak usia sekolah di Indonesia, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya untuk mencapai target Wajar 12 Tahun. Salah satu tantangan terbesar adalah masih besarnya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Indonesia. Menurut data Susenas 2017, diperkirakan ada 4,4 juta anak usia sekolah (7 – 18 tahun) yang tidak bersekolah. Strategi Nasional Penanganan Anak Tidak Sekolah (Stranas ATS) ini bertujuan untuk memastikan adanya penguatan, perbaikan, perluasan, serta koordinasi yang lebih baik dan efektif dari berbagai program dan inisiatif pemerintah dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan pelatihan anak-anak di Indonesia Disampaikan oleh Nani Daerah Jawa menjadi penyumbang terbesar untuk Kasus ATS, yang berada pada kelompok keluarga tidak mampu dan daerah pedesaan. Sebagian besar ATS terjadi karena keterkaitan dengan permasalahan ekonomi . Lebih lanjut beliau menjelaskan permasalahan dalam penanganan ATS diantaranya banyak daerah sudah melaksanakan program retrieval, namun pelaksanaan belum berjalan secara serentak, Pelaksanaan program retireval baru berupa program yang ‘insidental’, sehingga keberlanjutan belum optimal; Pelaksanaan program retrieval belum berbasis pada data ATS yang pasti, dan berbasis pada kerangka kerja/sasaran yang direncanakan dengan baik. Nani juga mnyampaikan beberapa praktik baik dari daerah Kabupaten Pangkeb dengan program Kelas Perahu (KP). Kelas Perahu adalah sebuah layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik yang melaut dengan  perahu yang digunakan sebagai tempat belajar  dengan sistem belajar mandiri dan dibantu oleh orang tua atau keluarga lainnya,  dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai media belajar utama. Baca Selanjutnya
Kebijakan Penanganan Covid-19 termasuk dalam penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah 2021
Samarinda, (20/01/2021). Terdapat beberapa new featured dalam penilaian Penghargaan Pembangunan Derah (PPD) 2021 salah satunya penilaian terkait kebijakan Pemerintah Daerah untuk penanganan Covid-19 dalam perencanaan dan pelaksanaan pembnagunan daerah. Hal ini disampikan oleh Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan Dr. Ir. Taufik Hanafi, MUP saat membuka sosialisasi PPD 2021 Tingkat Provinsi secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Ia mengatakan item ini ditambahkan agar penilaian lebih kompeherensip dan adaptif. Selain kebijakan penanganan Covid-19, Taufik juga menyapaikan beberapa fitur penilaian lainnya yaitu Digital evaluation yaitu penguatan sistem melalui aplikasi web-based; Balanced-Grouped-Evaluation yaitu pengelompokan Tim penilai independen berdasarkan keseimbangan komposisi; dan Environment Friendly penilaian yang lebih komprehensif dengan menambahkan item penilaian lingkungan hidup. Taufik juga menjelaskan objek dan ruang lingkup penilaian meliputi proses penyusunan dokumen RKPD 2021, Kualitas Dokumen RKPD 2021, Pencapaian pembangunan tahun 2020 (target daerah, target nasional, dan wilayah setara), dan inovasi pembangunan. Menurut Taufik direncakan penetapan Daerah terbaik pada minggu ke-dua April 2021 dan akan diserahkan pada Musrenbangnas pada April di minggu ke-empat. Beliau menjelaskan proses penilaian mjulai dari penilaian dokumen RKPD dan dokumen inovasi sampai pada penetapan daerah Terbaik dimulai dari akhir Januari hingga April minggu ke-dua 2021 ini. Baca Selanjutnya

Apa Kamu Tahu?

Kebiasaan membaca merupakan hal yang positif bagi perkembangan otak. Oleh karena itu, kaum ibu harus bisa mengajak anak-anak untuk gemar membaca. Caranya, dimulai dari kita yang harus membiasakan membaca agar anak-anak mengikuti.
Koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur berjumlah kurang lebih 10.000 buku terdiri dari buku-buku tentang perencanaan, pengetahuan, data-data pembangunan dan buku hasil pelaksanaan pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur.
Pemerintah Provinsi Kaltim dalam draf Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan bahwa sebuah perpustakaan mempunyai beberapa fungsi strategis dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Perpustakaan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur senantiasa menambah koleksi refrensinya dan manjalin kerjasama dengan perpustakaan di Kalimantan Timur maupun diluar Kalimanan Timur. Hal itu yang di maksudkan untuk menambah wawasan pengelola Perpustakaan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur. Perpustakaan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur senantiasa menambah koleksi refrensinya dan manjalin kerjasama dengan perpustakaan di Kalimantan Timur maupun diluar Kalimanan Timur. Hal itu yang di maksudkan untuk menambah wawasan pengelola Perpustakaan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur.

Aplikasi lainnya

Kunjungi juga aplikasi-aplikasi web lainnya

748

Pengunjung

70

Buku

12

User Terdaftar

29

Total Pembaca